GORDANG SAMBILAN: Pelestarian Kebudayaan Tradisional Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal (2008-2019)

  • Dina Alwiyah Universitas Negeri Padang
  • Rusdi Rusdi

Abstract

Abstrack

This research discusses the preservation of Gordang Sambilan as a traditional cultural herigate in Mandailing Natal Regency. The purpose of this study is to reveal the from of participation and efforts made by the community and the government of Mandailing Natal in preserving Gordang Sambilan. This study uses a historical reseach method that goes through 4 stages namely. (1) heuristics is the collection of data related to the object of research in the from of primary data and secondary data, (2) sourse criticsm in the from of internal criticsm and extreme criticsm, (3) interpretation, namely the stage interpretation of the sourse, and tage (4) historiography, namely writing the result of the strudy. The results show that Gordang Sambilan has existed since the 6 th century in Mandailing Natal to be precise during the Nasution Kingdom. In the preservation of Gordang Sambilan, the community and government play an active role in the preservation of Gordang Sambilan by making effrots starting from the introduction and cultivation of Mandailing cultural values to the young programs, introducing Gordang Sambilan to the wider community through social media providing facilities, holding festival and make the eyes of local content. In the process of preservation there are many obstacles that are experienced by the community, especially from the impact of the influence of exteral culture.

Keywords : Gordang Sambilan, Preservation, Tradisional culture

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang pelestarian Gordang Sambilan sebagai peninggalan kebudayaan tradisional di Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk  mengungkapkan bentuk partisipasi dan upaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah Mandailing Natal dalam pelestarian Gordang Sambilan. Penelitian ini menggunakan  metode penelitian sejarah yang melalui 4 tahap yaitu, (1)  heuristik adalah  pengumpulan data yang berkaitan dengan objek penelitian yang berupa data primer dan data sekunder, (2) kritik sumber berupa kritik interen dan kritik ekstren, (3) interpretasi yaitu tahap penafsiran terhadap sumber-sumber yang telah diseleksi, dan tahap  (4) historiografi yaitu penulisan  hasi dari penelitian. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa Gordang Sambilan telah ada sejak abad ke 6 di Mandailing Natal tepatnya pada masa kerajaan Nasution. Dalam pelestarian Gordang Sambilan masyarakat dan pemerintah  berperan aktif  dalam pelestarian Gordang Sambilan dengan melakukan upaya-upaya dimulai dari pengenalan dan penanaman nilai-nilai budaya Mandailing kepada generasi muda, melakukan program latihan rutin, mengenalkan Gordang Sambilan kepada masyarakat luas melaui media sosial menyediakan fasilitas,mengadakan festival dan menjadikan mata pelajarn muatan lokal. Dalam proses pelestariannya banyak terdapat kendala-kendala yang dialami masyarakat terutama dari dampak adanya pengaruh buadaya luar.

Kata kunci: Gordang Sambilan, Pelestarian, Kebudayaan tradisional

Published
2021-07-20

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.